Ame’ LeftProletar
Ketika gumam perlawanan tak lagi terdengar
ketika gertakan orator tak lagi menggelegar
ketika sajak tak mampu lagi memproklamirkan perlawanan
di saat itu pula jiwa raga dan kebenaran di lenyapkan
Ketika dialektika tak lagi di benarkan
ketika kritik mulai di bungkam
ketika keprogresifan tak lagi di hiraukan
di saat itu pula para pedebah berhasil menciptakan










